Syarat, Proses, Biaya dan Pengalaman Apply WHV Australia 2018

Sebelum saya share tentang pengalaman saya apply WHV Australia, saya mau kasi tau kalau blog ini dibuat kira-kira satu bulan sebelum kami berdua berangkat ke Australia dengan menggunakan WHV. Buat kalian yang penasaran sama persiapan apa aja yg sudah kita lakukan, langsung aja cek: Persiapan Sebelum Berangkat HONEYMOON SETAHUN di Australia. Selain blog ini, kami juga bikin Youtube Channel dengan nama yg sama dengan blog ini yaitu DD & Novi. Tujuannya adalah merangkum seluruh kegiatan makan dan jalan-jalan kami ke berbagai tempat di seluruh belahan bumi. Jadi ikutin terus ya tulisan-tulisan di blog ini dan jangan lupa nonton video seru kami di channel Youtube kami.

Setelah selesai basa-basi, langsung aja kita masuk ke intinya ya hahaha.

Setelah berjuang dengan keringat dan airmata, WHV saya dan Novi akhirnya granted juga di tanggal 6 Maret 2018. Perjuangan yang gak mudah menurut kami.

Nah buat kalian yang belum tau apa itu Work and Holiday Visa Australia dan bagaimana pengalaman kita berdua apply WHV Australia, sekalian saya jelasin di sini ya.

Apa itu Work and Holiday Visa Australia (subclass 462)?

Work and Holiday Visa atau biasa disingkat WHV adalah visa yang memperbolehkan muda-mudi Indonesia yang berusia 18-30 tahun untuk bekerja dan berlibur selama setahun penuh di Australia.

Dengan visa ini, kita bisa bekerja secara casual untuk membiayai kehidupan kita selama berlibur di Australia.

Visa ini bisa di extend menjadi dua tahun dengan syarat-syarat tertentu.

Apa saja syarat-syarat untuk apply WHV tahun pertama?

  1. Berusia 18 – 30 tahun
  2. Tidak mempunyai anak dibawah umur (dependent child) ketika tinggal di Australia
  3. Belum pernah apply WHV sebelumnya
  4. Telah menjalani pendidikan di perguruan tinggi min 2 tahun & merupakan mahasiswa aktif
  5. Memiliki passport yang berlaku min 12 bulan
  6. IELTS min score 4.5
  7. Surat dari bank yang menyatakan kepemilikan dana min AUD $5.000 atau setara.

Untuk informasi lengkapnya kalian bisa cek di Website Imigrasi.

Apa saja syarat-syarat untuk apply WHV tahun kedua?

  1. Harus sudah mendapatkan WHV tahun pertama
  2. Selama WHV tahun pertama bekerja di salah satu bidang:
    • Plant and animal cultivation
    • Fishing and pearling
    • Tree farming and felling
    • Tourism and hospitality

    selama minimal 88 hari di salah satu area:

    • Northern Territory – Entire Territory
    • Queensland – all areas north of the Tropic of Capricorn
    • Western Australia – all areas north of the Tropic of Capricorn
  3. Belum berusia 31 tahun saat apply WHV tahun kedua

Pengalaman Apply WHV Australia

Berdasarkan pengalaman kita, untuk apply WHV Australia, harus melalui 2 tahap:

Tahap 1

  • 5 Juli 2017 mendaftar untuk mendapatkan surat rekomendasi dari pemerintah RI (SRPI) melalui website imigrasi

Waktu itu saya langsung mendaftarkan nama saya dan Novi buat dapetin surat sakti ini. Kenapa sakti? Karena kalau gak ada surat ini, kita gak bakalan bisa apply Work and Holiday Visa. Kebijakan ini hanya untuk beberapa negara termasuk Indonesia. Sedangkan beberapa negara lain seperti Amerika, gak butuh surat ini untuk apply WHV.

Website imigrasi sampai down waktu kita daftar karena peminatnya banyak banget. Setelah pendaftaran tutup, ada pengumuman dari website imigrasi kalau yang daftar sudah mencapai 4800-an orang. Padahal tahun-tahun sebelumnya kuota 1000 orang ini gak pernah tercapai setiap tahunnya.

  • 29 Juli 2017 tes IELTS di IALF Sun Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Saya daftar online sekitar seminggu sebelum tanggal tes.

  • 12 Agustus 2017 ambil hasil IELTS dgn score 5,5

Hasil tes bisa diambil 2 minggu setelah tanggal tes. Butuh score minimal 4,5 sebagai syarat daftar WHV.

  • 25 Januari 2018 dapat email panggilan wawancara di kantor imigrasi Jakarta

Setelah menunggu hampir 6 bulan setelah daftar, akhirnya kami berdua dapet email dari imigrasi untuk wawancara mendapatkan SRPI. Pas dapet emailnya, senangnyaaa bener-bener gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

  • 29 Januari 2018 bikin surat keterangan kepemilikan dana AUD $5.000 di bank BCA

Waktu bikin surat ini, saya lagi dinas kantor keluar kota di Balikpapan, Kalimantan Timur. Akhirnya jadilah bikin surat ini di Bank BCA KCU Balikpapan. Mepet banget waktunya. Tapi saya bersyukur karena bisa dapetin surat ini dengan lancar.

  • 1 Februari 2018 wawancara di kantor imigrasi Jakarta

Saya wawancara dalam bahasa Indonesia. Pertanyaannya standar-standar aja seperti tau WHV darimana, punya saudara gak di Australia, mau ke kota mana, apa saja yang akan dilakukan untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Australia.

Oh ya mau curhat dikit, waktu itu saya lagi ngurusin pindahan KTP dari Riau ke Jakarta karena akan menikah di Jakarta tanggal 4 Februari 2018. Jadinya saya cuma tunjukin resi KTP sementara dari catatan sipil karena saya gak mau ditolak cuma gara-gara gak punya KTP. Petugas imigrasinya sampai bingung kenapa bisa-bisanya sempet ngurusin WHV padahal 3 hari lagi nikah. Hahaha. Dia gak tau betapa banyak anak-anak muda yang pengen banget dapetin WHV ini. Makanya saya juga bela-belain buat dapetin visa ini sekalian bisa buat honeymoon dan jalan-jalan di Australia setelah menikah. #kapanlagi

  • 2 Februari 2018 SRPI dikirimkan melalui email

Besoknya saya langsung dikirimin SRPInya melalui email sedangkan Novi dikirimin tanggal 12 Februari 2018.

Tahap 2

  • 16 Februari 2018 bikin HAP ID melalui website embassy Australia

Kita punya pilihan untuk bikin HAP ID dan langsung medical checkup duluan sebelum lodge visa kita ke VFS Global, atau dibikinin HAP ID oleh embassy Australia setelah lodge visa ke VFS Global. Saya memilih cara yang pertama supaya prosesnya lebih cepat dan bisa diproses dalam waktu satu hari. Berdasarkan pengalaman teman-teman lain, kalau memilih cara yang kedua, kita perlu menunggu sekitar 1 minggu sejak lodge visa sampai dapat HAP ID. Setelah itu baru bisa medical checkup ke RS.

  • 20 Februari 2018 bikin janji untuk medical checkup melalui website embassy Australia

Janji medical checkup bisa dibuat lewat WhatsApp ke nomor RS Premier Bintaro di 0812-9774-7351 (chat only, no call)

  • 26 Februari 2018 medical checkup di RS Premier Bintaro dan langsung mengajukan WHV ke VFS Global, Kuningan, Jakarta
work and holiday visa australia
Sambil nunggu medical checkup, selfie dulu, cisss

Kami berangkat jam 7 pagi karena janji medical checkup jam 9 pagi. Setelah selesai dan bayar sebesar Rp. 895.000, kami dapet voucher buat makan bakmi gratis di RSnya. Oh ya, jangan lupa ambil struk pembayaran dari RS untuk dibawa ke VFS Global ya karena itu adalah salah satu syarat untuk lodge WHVnya.

Selesai makan, kami lanjutkan perjalanan ke VFS Global di Kuningan, Jakarta Pusat. Cukup jauh dari Bintaro. Sebelum lodge visa, kami sudah bikin janji lewat website VFS Global. Kalau gak bikin janji (walk in), kita akan dikenakan biaya tambahan sekitar Rp. 115.000. Jadi mendingan bikin janji deh.

Oh ya, bayar biaya visanya sebesar Rp. 5.005.000 harus cash. Karena waktu itu saya pikirnya bisa pakai kartu kredit, saya gak siapin uang cash. Akhirnya, saya harus lari-lari ke ATM BCA buat ambil uang cash untuk 2 orang sebesar Rp. 10.010.000. Untungnya ATM BCAnya berada di lantai yang sama dengan VFS Global dan limit kartu ATM kami masih cukup untuk tarik uang sebanyak itu.

  • 6 Maret 2018 dapat email yang berisi info bahwa WHV sudah granted!

Itu dia timeline saya mulai dari mendaftar sampai visa saya bisa granted. Kalau dilihat-lihat sebenarnya cukup lama ya mulai dari daftar sampai granted. Lamanya itu dibagian nungguin interview buat dapetin SRPInya. Tapi kalau gak terlalu dipikirin sebenarnya gak bakalan terasa lama. Waktu itu saya berpikir nothing to lose aja. Yang penting udah daftar dan lakuin yg terbaik, ya udah. Sisanya biar Tuhan yang atur dan pegang kendali. Kalau terlalu dipikirin ntar malah jadi stres sendiri.

Rincian Biaya Apply WHV Australia

IELTS: Rp. 2.850.000
Biaya pengajuan WHV di VFS Global: Rp. 5.005.000
Biaya medical check up di RS Premier Bintaro: Rp. 895.000

Buat kalian yang dari luar kota, mungkin harus memperhitungkan biaya transport bolak balik Jakarta dan biaya akomodasi lainnya karena pengajuan WHV sejauh ini hanya bisa dilakukan di Jakarta saja.

Nah itu dia cerita pengalaman kita apply Work and Holiday Visa / WHV Australia. Semoga tulisan saya kali ini membantu. Kalau kalian merasa artikel ini berguna, jangan lupa untuk share ke teman-teman yang lain ya. Kalau ada pertanyaan atau komentar bisa langsung tulis di bawah ya. Sebisa mungkin akan saya jawab.

Oh ya, di artikel selanjutnya sepertinya blog ini dan DD and Novi akan penuh dengan cerita dari Australia selama setahun ke depan. So, see you soon Australia. I can’t wait to share my experiences living in Australia to all of you guys. stay tune :).

10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *